Hubungi kami :
sms/ whatsapp +62 813 1984 4395
anaklaut.uwc@gmail.com
itha_seal@yahoo.com

WAHA COREMAP BEACH

WAKATOBI - SOUTH EAST SULAWESI

TABLE CORAL photo by Itha

Sangiang Island - Sunda Strait - Banten

TESTIMONIAL

More than words.
This is what we called money cannot buy.




more testimonial go to here

PAKET DIVING KEPULAUAN DERAWAN

DIVE-TRIP : DERAWAN - MARATUA - SANGALAKI - KAKABAN, KALIMANTAN TIMUR.

LIVE ON BOARD.

Duration                 : 6D5N
Number of dives     : 12 dives and more.
Meeting point         : Berau – East Kalimantan

Including :
•    LOB 6D5N.
o    Share bedroom with AC
o    Share restroom (only 1 restroom), fresh water
•    Breakfast, lunch and dinner
•    Tea, coffee, drinking water
•    Tanks and weights
•    Dive guide/ DM
•    Boat diving
•    Transportation from Berau to Tanjung Batu Harbour vv
•    Exclusive souvenir from Anaklaut

Excluding :
•    Airfares to Berau vv + airport tax
•    Rental of dive gear (including torch) 
•    Tips

Itenerary :
Day 1 : Jkt - Berau – Tj.Batu.
Cruising to Derawan, 1 dive (nite dive) optional.

Day 2 : Derawan.
3 dives.
Cruising to Sangalaki.

Day 3 :Sangalaki.
3 dives.
NiteTrip to Turtle Breeding.
Cruising to Kakaban.

Day 4 : Kakaban.
2 dives.
Snorkeling at Jelly fish lake.
Cruising to Maratua, tour de village at Maratua.

Day 5: Maratua.
3 dives at Maratua.
Cruising to Derawan.

Day 6 : Cruising to Tanjung Batu – Berau.
Afternoon fly to Balikpapan – Jakarta.

Night Dive can be arranged between that days

organized by ANAKLAUT Underwater Center
www.anaklaut.com
Info lebih lanjut sms/ whatsapp ke 081319844395 -ITHA-

Hemiscyllium halmahera - Walking Shark.


Spesies hiu yang menggunakan siripnya untuk "berjalan" ini ditemukan di lepas pantai Indonesia, disebut juga walking shark/ hiu berjalan.

Spesies hiu yang memiliki garis-garis horizontal di tubuhnya ini bisa bertumbuh hingga panjang maksimum hanya 30 inch. Walaupun termasuk spesies hiu, namun hiu ini tidak berbahaya bagi manusia .

Hiu ini ditemukan dari timur pulau terpencil Halmahera, salah satu pulau di propinsi Maluku Utara, Indonesia. Para ahli konsevasi berharap penemuan ini, sekali lagi, menunjukkan bahwa sebagian besar spesies hiu tidak menimbulkan ancaman bagi manusia.

Penemuan ini juga menunjukan keanekaragaman laut yang luar biasa di Indonesia yang rantai pulau-pulaunya merupakan rumah bagi setidaknya 218 spesies hiu dan pari. Ini adalah spesies hiu berjalan ketiga dari Indonesia bagian timur dalam enam tahun terakhir ini.

Dengan demikian enam dari sembilan spesies hiu berjalan terdapat di perairan Indonesia, dan hewan-hewan ini merupakan favorit para penyelam.
______________________________

Kami beruntung dapat bertemu walking shark ini pada saat #TripTernate bulan Juni 2013. Bertemu pada saat menyelam malam di spot depan Mesjid di #Ternate.

Mau kesana? Kasih tau emailnya ya, nanti kami infokan trip berikutnya ke Maluku Utara.
Atau silakan cek paket diving trip Maluku Utara di http://www.tripanaklaut.com/p/maluku-utara-halmahera.html 


STONE FISH - IKAN BATU


Ikan ini pandai sekali berkamuflase.
Kalau mata gak awas pasti gak nemu ni makhluk.
Kadang ikan ini bisa kita temui di pinggir pantai, berhati-hatilah karena ikan ini menyerupai batu sehingga kita gak menyangka klo ada si stone fish.

Mungkin ikan ini tidak akan pernah menang dalam kompetisi ikan paling indah karena emang tampangnya jelek beud hahahaha, tapi pasti bakalan masuk ke peringkat utama ikan paling beracun di dunia.

Racunnya akan menyebabkan sakit yang luar biasa dan yang paling parah bisa menyebabkan korbannya meminta untuk di bius atau di amputasi saja.

Racun ikan ini digambarkan dapat menimbulkan rasa sakit yang paling parah yang pernah di kenal oleh manusia. Diikuti dengan kemungkinan shock, kelumpuhan dan kematian jaringan tubuh. Jika tidak segera di tangani secara medis dalam beberapa jam akan berakibat fatal bagi manusia.

Ikan ini menyimpan racunnya dalam duri di bagian luar kulitnya yang di desain untuk melukai para predator yang datang menyerang.

Ikan ini kebanyakan hidup di daerah tropis, dan sering di temukan di daerah perairan laut dangkal dari laut pasifik dan hindia.




SPANISH DANCER

Ketemu nudibranch ini waktu kami menyelam malam di spot depan Mesjid #tripTernate #tripAnaklaut.

Spanish Dancer atau Penari Spanyol, nama ilmiahnya  Hexabranchus sanguineus (secara harfiah artinya "blood- colored-six-gills), adalah nudibranch atau siput laut yang sangat besar, berwarna-warni dan cukup terkenal di kalangan diver pemburu macro :). Ia merupakan moluska gastropoda laut dalam keluarga Hexabranchidae. Nama spesies sanguineus, mengacu pada warna merah cerah walaupun terdapat juga varian warna kuning.  

Nudibranch ini memiliki dua cara yang berbeda dalam bergerak yaitu merangkak dan berenang. Pada saat bergerak dengan merangkak, bagian tepi mantelnya (parapodia) akan digulung dekat dengan tubuh. Sedangkan pada saat berenang, parapodia yang berwarna merah akan mengembang dan berputar membelah air dengan gerakan bergelombang yang sungguh bikin kita takjub. Gerakan ini akan mendorong si spanish dancer untuk bergerak ke depan. 

Gerakan berenang yang berputar-putar, warna merah dari mantelnya, mengingatkan kita pada gerakan rok penari flamenco. Itulah sebabnya nudibranch ini dinamakan Spanish Dancer atau Penari Spanyol.

Spesies ini dapat ditemukan di seluruh perairan tropis dunia mulai dari Kaledonia Baru, Jepang, Malaysia, China, Vietnam, Indonesia, Afrika, Laut Merah, Hawaii, Fiji, Papua Nugini hingga Australia.

Spesies ini memiliki kemampuan untuk memproduksi bahan kimia yang beracun di dalam tubuhnya sehingga ikan-ikan lain tidak bisa memakannya. The Spanish Dancer (Hexabranchus sanguineus) bisa bertumbuh hingga ke ukuran panjang maksimum sekitar 52 cm.

Tertarik dengan si penari Spanyol ini? Yuk ikut trip-trip kami.
Cek paket-paketnya di http://www.tripanaklaut.com/p/maluku-utara-halmahera.html atau paket trip lainnya di menu yang ada di atas.

WAKATOBI LIVEABOARD






















Paket diving ke Wakatobi yang kami selenggarakan, salah satunya adalah paket diving live a board.

Kondisi lokasi penyelaman di Wakatobi yang antar pulau (Wangiwangi, Hoga dan Tomia), harus ditempuh dengan kapal.  Bisa saja kita menggunakan kapal reguler, tapi harus menyesuaikan dengan jadual keberangkatan kapal. Kondisi ini cukup memakan waktu karena harus berpindah-pindah dan menyesuaikan dengan jadual kapal.



Untuk menghemat waktu, kita bisa charter kapal  atau pake kapal yang bisa LOB (Live Aboard/ Live On Board). Kita tidur,  makan dan mandi di kapal tersebut. Untuk menuju spot diving atau "turun" ke darat, menggunakan speedboat kecil yang bisa menampung sekitar 12 diver.
 
Kapal Live On Board (LOB) yang biasa  kami pakai di Wakatobi adalah MV (Motor Vessel) Bintang Sedang milik penduduk asli sana.  MV Bintang Sedang dilengkapi dengan peralatan selam dan peralatan keselamatan seperti emergency oxygen, life jackets, liferaft, radio, GPS navigation, a comprehensive first aid kit, life rings, dan speed boat.

Kapal ini memiliki desain unik yang sering disebut “Phinisi” dimana di dalamnya terdapat 12 tempat tidur berbentuk dormitory (share bedroom) dan masing masing tempat tidur dilengkapi dengan lampu juga gorden untuk privacy anda. Ruangan tempat tidur dilengkapi dengan kipas angin (non AC). Walaupun tanpa AC, udara di dalam cukup sejuk dan nyaman serta bersih.



Kapal ini memiliki 2 kamar mandi (share bathroom), ruang makan yang dilengkapi kursi dan meja serta mempunyai 2 toren besar berisi air tawar (sekitar 3500 liter) untuk keperluan mandi para penumpang dan masak. Di bagian belakang lantai 2 kapal, kita bisa memasang hammock atau kalau suka, malam hari bisa tidur di situ.

Yuk kita sailing dan diving.
Cek paket tripnya di http://www.tripanaklaut.com/p/wakatobi.html .